Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 Setiap Hari
Selamat Datang di Lapak Online Batik,Kerajinan Dan Yang Khas Dari Kampung Giriloyo Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupataen Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari di Kampung Batik Giriloyo

Mengenal Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari di Kampung Batik Giriloyo

Diposting pada 17 November 2020 oleh ernibatik | Dilihat: 31 kali

        Sentra batik tulis Giriloyo yang berada di desa Wukirsari terdiri dari tiga wilayah dusun yaitu dusun Karangkulon,Dusun Giriloyo dan dusun Cengkehan,dari ketiga dusun inilah yang di sebut sebagai kampung batik Giriloyo.Di kampung kami Kampung batik tulis Giriloyo ada dua belas kelompok batik tulis diantaranya adalah kelompok kami yaitu Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari.

       Kelompok batik tulis Berkah Lestari berdiri pasca gempa bumi tahun 2006 yang melanda jogja, atas bantuan dari sebuah LSM nasional Dompet Dhuafa yang bekerjasama dengan masyarakat mandiri.Kami diajari menyusun organisasi,belajar membuat produk berinovasi sampai seperti sekarang,mungkin masih banyak kekurangan tapi kami yakin sekali peran dan fungsi kelompok batik berkah lestari sudah banyak bagi warga kami paling tidak itu yang kami rasakan sendiri terutama untuk tempat belajar kami tentang banyak hal.

       Nah untuk itulah perkenankan kami disini menulis tentang kelompok batik berkah lestari dengan harapan semoga bisa lebih mengenal keberadaan kami sukur-sukur bisa memberi manfaat bagi anda semua.

Sejarah Singkat Batik Tulis Berkah Lestari 

          Letak kami hanya berjarak 300 m di sebelah utara makam atau lebih tepatnya di bawah sebelah utara lereng bukit Merak tempat bersemayam raja-raja kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.Keberadaan makam raja-raja dan keluarga kedua kerajaan ini diperkirakan menjadi awal keberadaan kami sebagai pembatik seperti sekarang ini karna makam raja-raja di bangun oleh keraton yang waktu itu menjadi sentral batik di jawa. Nah…dalam proses pembangunan dan pemeliharaan itu pasti membutuhkan tenaga kerja dan penjaga makam. 

       Dari ketersinggungan warga dan keraton itulah mungkin kami waktu itu mengenal batik walau mungkin hanya sebagai buruh batik,ini terbukti masih banyaknya abdi dalem atau pegawai keraton di kampung kami yang bekerja sebagai abdi dalem penjaga makam raja dan kasunanan surakarta.

       Keberadaan abdi dalem yang banyak di kampung kami dan desa sekitar makam seperti desa Pajimatan tentunya banyak bersinggungan dengan kerajaan/keraton yang banyak membutuhkan batik sebagai keraton waktu itu, dari hal itulah mungkin terus  banyak istri –istri abdi dalem itu menjadi buruh batik untuk mensuplai kebutuhan batik keraton.

       Perkembangan batik tulis yang waktu itu berkembang tidak hanya bagi kalangan bangsawan tapi merambah ke masyarakat biasa menyebabkan semakin berkembangnya batik waktu itu dan tentunya warga kami juga semakin banyak yang bekerja di sektor kerajinan batik walau sebagai buruh batik,kerajinan membatik ini telah berkembang tidak hanya pada istri abdi dalem tapi juga ibu ibu yang lain sebagai pekerjaan pokok atau sebagai pekerjaan sampingan membantu bekerja suami di ladang.sampai saat ini pengrajin batik tulis di kampung batik tulis Giriloyo ada sekitar 500 orang membatik dengan keahlian yang berbeda beda.

        Waktu Kami masih kecil banyak sekali buruh batik yang menjual batiknya ke keraton jogja atau ke kota jogja,yang paling kami ingat kalau ada yang habis menjual batik ke kota bilangnya ke “negoro” untuk jual batik,mungkin karena orang tua kami masih teringat dengan kota Jogja yang dulu sebagai ibu kota Negara. Hasil dari batik kami juga sebagian di jual di desa Pajimatan karena waktu itu banyak juga juragan batik atau pengepul batik yang berada di desa Pajimatan yang letaknya lebih dekat dengan komplek makam raja raja.kegiatan seperti itu berlangsung bertahun tahun yang waktu itu kami hanya sebagai buruh.entah mengapa belum banyak banyak upaya untuk memproduksi sendiri sehingga kami bisa lebih mandiri.mungkin karena pengetahuan kami yang masih terbatas atau mungkin upaya pemerintah waktu itu kurang maksimal.yang jelas batik waktu itu terutama batik tulis belum booming seperti sekarang ini.

        Kegiatan membuat batik di kampung kami berjalan seperti biasa sebagai buruh batik yang di jual ke kota Jogja,tiba tiba musibah datang melanda kampung kami yaitu gempa Jogja tahun 2006 yang menewaskan 6000 orang,akibat gempa itulah merusak semua tatanan dan infrastruktur di kampung kami namun di balik musibah Alhamdulilah Alloh juga memberi keberkahan buat kami terutama di bidang kerajinan batik.

        Dengan adanya musibah gempa bumi berdatanganlah orang-orang dari luar yang membantu kami terutama dari Lsm,dari situlah mereka melihat kehidupan kami,potensi kami sebagai pembatik yang sangat mungkin di kembangkan,salah satu Lsm itu adalah Paguyuban Batik Sekar Jagat yang peduli keberadaan ibu-ibu buruh batik yang tidak bisa bekerja,untuk itulah dari paguyuban Batik Sekar Jagat memberi bantuan tempat kerja,peralatan dan hasil dari membatik mereka beli,dari kegiatan ini Alhamdulillah ibu-ibu buruh batik dapat penghasilan dan yang terpenting mereka bisa segera melupakan trauma dari gempa besar Jogja.setelah selesai bantuan dari Paguyuban Batik Sekar Jagad  pendampingan di kampung kami dilanjutkan dari Dompet Dhuafa bekerja sama dengan masyarakat mandiri.

       Secara singkat dapat kami jelaskan sejarah keberadaan batik di kampung kami

  1.  Awalnya batik terpusat pada Keraton Mataram saja kemudian meluas  ke luar keraton
  2. Interaksi dengan keraton melalui abdi dalem dan terutama lewat      pembangunan makam.
  3. Musibah gempa jogja 2006 membuka potensi batik kami untuk di kembangkan bersama dengan para LSM

        Pendampingan yang dilakukan dari dompet dhuafa dengan fokus kegiatan recovery gempa tertarik dengan pengembangan pemberdayaan perempuan dan kegiatan membatik untuk itulah mereka membantu kami membentuk UKM batik dan berdirilah UKM Batik Berkah Lestari pada tanggal 05 Februari 2007 yang anggotanya semua adalah ibu rumah tangga atau para buruh batik dengan anggota sekitar lima puluh orang.

       Kelompok batik Berkah Lestari merupakan kelompok pertama kali di dusun Karangkulon bahkan pertama kali di Kampung Batik Giriloyo setelah pasca gempa bumi jogja 2006 sebelumnya sudah ada kelompok Batik Bima Sakti yang berdiri sebelum gempa atau tahun 1983.kelompok ini juga menjadi inisiator atau beberapa anggotanya mendirikan kelompok sendiri seperti kelompok batik Sungsang,Batik Sri kuncoro,Batik Giri Canting dan Batik Sari Sumekar.

       Kelompok batik yang awalnya di fasilitasi bantuan dari LSM Dompet Dhuafa dengan bantuan yang berupa 

  1. Bantuan bahan mentah batik ( Kain Mori, Malam, bahan warna)
  2. Bangunan permanen untuk tempat produksi dan showroom
  3. Modal awal usaha adalah hibah dari LSM Dompet Dhuafa Republika yang berwujud bangunan permanen untuk tempat produksi, dan showroom kecil untuk penjualan batik, 
  4. Pelatihan pewarnaan Alam  & Sintetis.

Dari bantuan tadi kelompok batik berkah lestari mencoba untuk mengembangkan sendiri kelompoknya hingga alhamdulilah bisa eksis sampai sekarang. 

       Visi Dan Misi Kelompok Batik Berkah Lestari

Berkah   Lestari   mempunya   Misi  ‘Menjadi  KelompokBatik yang Kokoh dan Produknya Dikenal Luas’, dan dengan Visi ‘Memberdayakan Perempuan untuk Kesejahteraan serta Melestarikan Batik’.

      Dalam mewujudkan visi kelompok para anggota diharapkan selalu berkomitmen untuk saling bekerja sama saling menguntungkan,saling percaya dan mengedepankan sistem kekeluargaan. Perbedaan nominal dalam pengupahan jangan sampai jadi kecemburuan karena dalam kelompok pengupahan berdasar pada banyaknya pekerjaan yang diselesaikan,tidak ada gaji pengurus,siapa yang bekerja dia yang akan menerima upah lebih besar.

        Jumlah ibu-ibu yang bergabung dalam kelompok batik Berkah Lestari dari awal berdirinya sampai sekarang sebanyak 50  orang. 

Terdiri  dari  2  ketua, 

1  Sekretaris, 

1  Bendahara,

5 koordinator kelompok, dan anggota.

       Kelima puluh orang ini ikut membatik semua, tidak terkecuali yang dijadikan sebagai pengurus. Dalam membatik di batik berkah lestari terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu pembatik kasar, pembatik sedang, dan pembatik halus. Dengan jumlah anggota sebanyak 50 pembatik, Berkah Lestari merupakan kelompok usaha mikro di sektor batik yang cukup besar di daerah Wukirsari dibandingkan dengan kelompok batik yang lain.

 

Bagikan informasi tentang Mengenal Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari di Kampung Batik Giriloyo kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari di Kampung Batik Giriloyo | Erni batik

Belum ada komentar untuk Mengenal Kelompok Batik Tulis Berkah Lestari di Kampung Batik Giriloyo

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
PESAN CEPAT
Jual Wedang Uwuh Yang Berkhasiat

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 2.500
Ready Stock / WU
Rp 2.500
Ready Stock / WU
Motif Sampel Batik

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 1.200.000
Pre Order / EBSAMPLE
Rp 1.200.000
Pre Order / EBSAMPLE
SIDEBAR